Sejarah Gunung Bromo

SEJARAH GUNUNG BROMO

Roro Anteng dan Joko Seger
Sejarah Gunung BromoKeindahan gunung bromo memang tidak ada habisnya. Banyak wisatawan baik domestik maupun internasional yang selalu mengunjungi wisata alam gunung bromo ini. Namun apakah Anda sudah mengetahui mengenai legenda dibalik indahnya gunung bromo?. Nama bromo berasal dari bahasa sansekerta atau bahasa jawa kuno yang berarti Brahma, tokoh dewa utama dalam agama hindu. Gunung bromo ini termasuk gunung yang masih aktif hingga saat ini. untuk sejarah terbentuknya gunung bromo ini, menurut kepercayaan agama hindu berawal dari wanita para cantik bernama roro anteng. Banyak pria yang mendekati roro anteng karena paras cantiknya yang menawan, selain itu roro anteng adalah titisan dewa (putri dari raja majapahit). Dari sekian pria yang menyatakan cinta pada roro anteng, hanya satu pria yang membuat roro anteng menjatuhkan pilihan yaitu kepada joko seger (putra brahmana). Namun percintaan roro anteng dan joko seger harus dihadapkan dengan bima yang berniat jahat memisahkan mereka berdua. Lalu roro anteng memberi syarat kepada bima jika ingin roro anteng menerima cintanya, maka bima harus membuat gunung dengan lautan pasir dalam waktu semalam. Tanpa ragu bima menyanggupi permintaan roro anteng dan membuat gunung serta lautan pasir yang sekarang dinamakan dengan segara wedhi. Selain itu bima juga membangun sumur raksasa yang sekarang dinamakan kawah gunung bromo. Ketika roro anteng melihat bima yang hampir berhasil membangun persyaratan yang ditantangkannya, roro anteng mulai gelisah. Roro anteng melakukan tumbukan padi sekeras mungkin sampai ayam berkokok dan kucauan burung segera berkumandang. Ternyata roro anteng berhasil dan bima menyerah mengabulkan persyaratan dari roro anteng. Dari situ roro anteng dan joko seger kembali memadu cinta dan membentu suatu wilayah yang dinamakan suku tengger, dimana nama itu adalah gabungan dari nama roro anteng dan joko seger.

Upacara Kasada
Upacara kasada adalah upacara adat agama hindu yang diselenggarakan oleh suku tengger bromo. Upacara kasada ini diadakan setiap bulan desember atau januari sebagai ucapan syukur kepada shang hyang widhi. Dengan upacara kasada masyarakat tengger meminta kepada sang dewa untuk diberikan panen yang melimpah untuk setiap hasil alamnya, diberi kesembuhan dari segala macam penyakit yang diderita, dan berbagai hal baik demi makmur dan sejahteranya masyarakat tengger. Dalam upacara ini masyarakat tengger memberikan sesembahan kepada dewa mereka, dimana sesembahan itu dilemparkan ke kawah gunung bromo. Bagi yang ingin mendapatkan berkah dari upacara ini, bisa turun ke tebing untuk menangkap sesembahan dari bawah. Memang bahaya dan menakutkan apalagi jika terpeleset dan jatuh ke kawah bromo. Namun cara ini menjadi daya tarik pula bagi wisatawan yang datang, untuk melihat bagaimana masyarakat tengger memberikan simbol sebagai tanda terima kasihnya kepada sang hyang widhi. Berbagai sesajen dan pertunjukan adat diselenggarakan oleh masyarakat tengger untuk melengkapi upacara adat kasada tersebut. Pada malam hari masyarakat tengger menggunakan pakaian adat mereka untuk memulai prosesi upacara kasada. Diawali dengan adanya pentas tari adat tradisional roro anteng dan joko seger sebelum prosesi upacara kasada dilaksanakan. Pada jam 12 malam dilakukan pelantikan bagi dukun yang terpilih serta pemberkatan umat hindu dihamparan pasir gunung bromo yang luas. Istilah dukun bagi masyarakat tengger adalah seseorang yang memimpin umat hindu dalam kegiatan keagamaan. Upacara kasada sebagai budaya yang khas dalam kegiatan agamanya yang melengkapi keindahan gunung bromo.

Begitulah sedikit ulasan mengenai sejarah gunung bromo yang melegenda, semoga bermanfaat untuk para pembaca semua.